Tingkatkan Partisipasi Perempuan, Kader PKK Kota Bandung Dapat Pendidikan Politik

Kepala Kesbangpol Kota Bandung, Bambang Sukardi/RMOLJabar
Kepala Kesbangpol Kota Bandung, Bambang Sukardi/RMOLJabar

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bandung menggelar kegiatan pendidikan politik bagi 183 orang kader Tim Penggerak Penggerak Kesejahteraan Kerluarga (TP-PKK). Hal itu dilakukan untuk memberikan pemahaman serta potensi akses untuk terjun ke dunia politik praktis.


"Karena narasumber juga adalah ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, itu kan merupakan salah satu bentuk akses agar mereka mengenal anggota dewan itu dapat menjelaskan perpolitikan di Kota Bandung itu seperti apa, jadi syukur-syukur mereka memiliki semangat untuk jadi anggota dewan ke depannya," kata Kepala Bakesbangpol Kota Bandung, Bambang Sukardi di Kota Bandung, Rabu (5/5).

Bambang mengungkapkan, edukasi tentang politik harus diberikan kepada kaum perempuan. Pasalnya, masih banyak kaum perempuan yang enggan untuk mengaspirasikan pendapat politisnya di masyarakat.‎

‎"Poin intinya adalah memberikan suatu pemahaman bahwa politik itu penting, bahwa dalam keseharian kita selalu berdampingan dengan politik, jadi intinya mereka memiliki semangat yang sama bahwa dalam hak untuk mengutarakan pendapat mereka barani, jadi tidak ada pembeda, tidak boleh ada diskriminasi antara perempuan dan laki-laki," ungkapnya.‎

"Intinya, kegiatan ini memberikan suatu ruang bagi kepada para kader agar mereka bisa cukup memahami bahwa ada kesetaraan gender antara perempuan dengan laki-laki," ujarnya.‎‎

Bambang menambahkan, pendidikan politik bagi Kader TP-PKK akan digelar selama dua hari. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan yang digelar telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

"Karena kita ada 30 kecamatan 151 kelurahan, berarti ada 181 peserta, makanya kita bagi dua hari karena situasi masih pandemi covid, tidak boleh ada kerumunan, prokes harus kita lakukan," tambahnya.‎

"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, kader akan mendapatkan suatu informasi utuh tentang bagaimana untuk mengaspirasikan hak politiknya, pembelajaran ini bisa disampaikan di rumah, lingkungan, maupun masyarakat," tandasnya.‎