TJSL, Jasa Tirta II Dampingi Peternak Olah Biogas

TJSL Jasa Tirta II/Ist
TJSL Jasa Tirta II/Ist

Jasa Tirta II terus melakukan pendampingan terhadap 30 peternak sapi yang mengikuti program biogas dengan memberikan pelatihan pengembangan dan pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi biogas, peternakan cacing dan pembuatan pupuk.


Seperti peternak sapi di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, yang dibekali keterampilan dalam hal perawatan dan penggunaan biogas, budidaya cacing, pupuk organik, pengeringan cacing, pembuatan biocoumpon dan briket serta pengaplikasian penggunaan pupuk organik.

Biogas sebagai program unggulan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) selain memberikan dampak pada peningkatan kualitas air Sungai Citarum, juga dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi para peternak. Peternak mendapatkan manfaat dan keuntungan dari keberadaan biogas untuk akses energi yang digunakan sebagai bahan bakar masak dan penerangan. Program ini menjadi suistanibility karena memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. 

Kadiv Umum dan TJSL Jasa Tirta II, I. S. Budi Satrijo dalam keterangannya mengatakan, dari hasil monitoring evaluasi pemanfaatan biogas di lokasi tersebut, diperoleh data bahwa masyarakat pengguna biogas tidak lagi membeli tabung elpiji. Sebelumnya, masyarakat sekitar menggunakan elpiji (3kg) sejumlah 4 (empat) tabung per bulan, dengan harga pertabung sebesar Rp 25.000.  Setelah beralih menjadi pengguna biogas, setiap kepala keluarga dapat menghemat penggunaaan elpiji sebesar Rp 100.000 setiap bulannya.

"Manfaat lain yang diperoleh masyarakat dari program ini tidak hanya penghematan elpiji. Penghasilan masyarakat pun bertambah dari hasil budidaya cacing  menambah penghasilan hingga Rp 1.000.000/bulan," kata Budi.

Sementara, Ujang Saepudin salah satu peternak yang mendapatkan bantuan biogas mengaku program ini bagus untuk kesejahteraan masyarakat. Ia dapat menghemat biaya untuk pembelian gas elpiji dan mendapat penambahan penghasilan dari pembuatan pupuk organik, bioslurry dan lain-lain.

Setelah pelatihan pengembangan dan pemanfaatan limbah ternak sapi, selanjutnya Direktur Utama Jasa Tirta II Imam Santoso menyerahkan bantuan digester biogas dan pembuatan kendang cacing sebanyak 30 unit.

Turut hadir mendampingi Sekretaris Perusahaan Jasa Tirta II Udien Yulianto, Kepala Divisi Umum dan TJSL Jasa Tirta II I.S Budi Satrijo, General Manajer Wilayah IV Jasa Tirta II Mario Mora Pangestu beserta tim.

Menurut Budi, pelaksanaan program biogas dipilih di sekitar Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung karena lokasinya berdekatan dengan hulu Sungai Citarum dan bertujuan untuk  mengurangi pencemaran sungai dari kotoran hewan peternakan sapi pada sungai tersebut.

Dari tahun 2017, hingga tahun 2021, Jasa Tirta II telah memberikan bantuan biogas sebanyak 94 unit dan bantuan pembuatan kandang cacing sebanyak 50 unit serta bantuan pelatihannya kepada 50 peternak sapi.

"Pada Tahun 2022 ini Jasa Tirta II merencanakan bantuan biogas  dan pembuatan kandang cacing sebanyak 60 unit serta bantuan pelatihannya kepada 60 Peternak Sapi," demikian Budi.