TNI Dan BIN Perlu Segera Turun, Covid-19 Diduga Senjata Biologis

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

TNI dan Badan Intelejen Negera (BIN) perlu diaktifkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam rangka menangkal masuknya virus Covid-19 ke Indonesia. Pasalnya, antisipasi Covid-19 juga sudah menjadi tugas Kemhan/TNI dan BIN sebagaimana ditegaskan di dalam UU 23/2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN).


Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/9).

"Alasannya, Covid-19 ini sejak awal kemunculan, kemudian penyebaran dan karakteristik virus mengarah ke senjata biologis," kata Sukamta.

Politisi PKS ini menyatakan, terkait dengan pihak-pihak yang memanfaatkan situasi di Indonesia dengan saling menyerang dan menjatuhkan, diharapkan agar semua elemen bangsa bersatu melalui badai pandemi Covid-19 di tanah air.

"Biosecurity kita lemah, penanganan amburadul, pencegahan tidak jelas selama Covid-19 melanda Indonesia. Sudah banyak korban jiwa, nyawa ratusan tenaga medis yang berjuang di garis depan tidak boleh sia-sia. Saatnya kita bersatu bukan saling menjatuhkan, menyingkirkan sesama elemen bangsa," tuturnya.

"Virus Covid-19 ini musuh kita bersama, musuh bangsa Indonesia sehingga sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk bergandeng tangan, saling menguatkan, mendukung agar bersama-sama kita bisa melewati ujian ini," sambungnya.

Sukamta lantas mengingatkan, untuk menghadapi ancaman yang berpotensi seperti perang biologis ini, sesuai dengan amanat dalam UU 23/2019 Tentang PSDN, rakyat Indonesia juga memiliki tanggung jawab dalam Pertahanan Negara.

Walaupun dalam tugas pertahanan, peran, tujuan dan fungsi sebagai lini pertama dalam sistem keamanan nasional diberikan kepada BIN seperti tertuang dalam UU 17/2011 Tentang Intelijen Negara serta peran utama TNI sebagai alat pertahanan negara menurut UU Nomor 34/2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

"Sekali lagi saya ajak dan tekankan, sebagai bagian dari bangsa Indonesia kita harus bersatu padu mempertahankan kedaulatan negara bersama-sama dengan berbagai elemen bangsa termasuk BIN dan TNI. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh," pungkasnya.