Tolak Edaran Menpan-RB, Honorer Ciamis Bakal Gelar Aksi ke Jakarta Dibiayai Pemda

Tenaga Honorer Kabupaten Ciamis Ani Randiani (tengah)/RMOLJabar
Tenaga Honorer Kabupaten Ciamis Ani Randiani (tengah)/RMOLJabar

Ratusan honorer Kabupaten Ciamis akan menggelar aksi ke Jakarta untuk menolak Surat Edaran Menpan-RB terkait penghapusan tenaga honorer pada 28 November 2023.


Ketua Forum Honorer Kabupaten Ciamis Ani Randiani mengatakan, surat edaran tersebut membuat para tenaga honorer di Kabupaten Ciamis resah.

Bahkan, dia menilai, keputusan itu sangat merugikan tenaga honorer terutama yang sudah mengabdi selama puluhan tahun. 

"Kami berencana, akan menggelar aksi ke KemenPAN-RB. Dengan biaya dari Pemerintah Daerah," ujar Ani kepada Kantor Berita RMOLJabar pada Rabu (15/6).

Bahkan, ungkap dia, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bakal mendampingi langsung para tenaga honorer aksi ke Jakarta.

"Pak Bupati juga siap berangkat. (Jumlah honorer yang akan berangkat aksi) sesuai dengan kemampuan daerah. Dari kita, akan berangkat lima bus," ungkap Ani.

Ia menyampaikan, jumlah tenaga honorer di Kabupaten Ciamis sebanyak 6.000 orang. Sedihnya, lanjut Ani, pendapatan mereka mayoritas di bawah upah minimum kabupaten.

"Upah mereka beda-beda. Ada yang Rp400 ribu, ada Rp500 ribu. Yang paling besar honorer di Satpol PP sebesar Rp1,8 juta karena mereka tugasnya pengamanan," ujar dia.

Sementara itu, informasi terbaru terkait dengan penghapusan tenaga honorer itu, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo sudah menyampaikan, status tenaga honorer tidak akan dihapuskan pada 2023 mendatang. 

Hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disepakati bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Menurutnya, yang saat ini berstatus honorer tidak langsung diberhentikan pada tahun 2023. Ia menyampaikan, tenaga non-ASN tetap dibutuhkan. 

Hanya saja, ke depan pola rekrutmen harus disesuaikan dengan kebutuhan. Serta, para tenaga honorer harus mendapat penghasilan yang layak, setidaknya sesuai Upah Minimum Regional (UMR).