Transformasi PT PELNI Berbuah Manis, Kelompok Milenial Isi Posisi Strategis

Ilustrasi/Ist
Ilustrasi/Ist

Proses transformasi yang dilakukan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) sejak lima tahun terakhir mulai menuai keberhasilan. Terbukti, posisi strategis sudah diisi kelompok pegawai berusia muda, tak terkecuali salah satu pegawai karir yang berhasil menempati posisi direktur sebelum usia 45 tahun. 


Manager Humas, Kelembagaan dan CSR PT PELNI (Persero), Idayu Adi Rahajeng menyampaikan, saat ini manajemen tengah berfokus dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan.

“Manajemen terus berbenah dalam pengelolaan SDM di Perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Hal ini kami lakukan untuk mendukung transformasi perusahaan,” terang Idayu, Kamis (18/2). 

Ia memastikan, proses rekrutmen pegawai di PT PELNI dilakukan secara adil dan transparan sesuai dengan prinsip GCG di perusahaan.

“Proses rekrutmen terus kita lakukan untuk mendapatkan SDM yang unggul, dengan proses rekrutmen terakhir pada tahun 2020 dengan jumlah pegawai yang lolos sebanyak 34 orang untuk D3 dan telah melakukan rekrutmen sebanyak 453 pegawai sejak 2010 hingga 2019," terangnya.

"Rekrutmen ini menunjukkan bahwa PELNI sebagai Perusahaan pelat merah terus memperhatikan tuntutan dan perkembangan perusahaan,” imbuhnya.

Disamping itu, pengembangan organisasi menjadi salah satu strategi PT PELNI untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan pelayaran dan logistik maritim terkemuka di Asia Tenggara. 

“Melalui pengembangan kapasitas SDM yang terukur dan pola karir yang jelas, Perusahaan percaya dapat menciptakan SDM unggulan dengan karakter AKHLAK yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif,” jelas Idayu. 

Menurutnya, PT PELNI senantiasa memerhatikan pola pengembangan karir di perusahaan. Sebagai contoh prestasinya adalah keberhasilan salah satu pegawai karirnya, yakni Yahya Kuncoro yang awal tahun ini ditunjuk Kementerian BUMN duduk sebagai Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT PELNI di usianya yang masih 44 tahun. 

“Jabatan terakhir beliau adalah Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI sejak 2019 lalu. Hingga saat ini, posisi Manager, Vice President, dan Kepala Cabang juga sudah diisi oleh kelompok millenial. Perusahaan yakin bahwa semakin banyak pemimpin muda, transformasi dapat berjalan lebih cepat,” ungkap Idayu. 

Idayu menambahkan, untuk pemilihan jabatan pada level Vice President dan Kepala Cabang di PT PELNI didasarkan melalui fit and proper test sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan dan berdasarkan prinsip GCG.

“Pemilihan pimpinan cabang dan divisi harus dilaksanakan sesuai dengan proses yang telah ditentukan perusahaan. Hingga saat ini tidak ada kekosongan jabatan di perusahaan, apabila pimpinan belum terpilih sudah ada pejabat pelaksananya yang telah ditunjuk oleh Perusahaan,” tambah Idayu. 

Transformasi PT PELNI sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi laut selain mengembangkan pengelolaan di bidang SDM juga terus meningkatkan digitalisasi di Perusahaan. 

“Upaya ini kami lakukan sejalan dengan pengembangan SDM yang diimbangi dengan digitalisasi di perusahaan. Ini kami lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Idayu. 

PT PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas.

Selain angkutan penumpang, PT PELNI juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah 3TP, di mana kapal perintis menyinggahi 285 pelabuhan dengan 3.811 ruas.

PT PELNI juga mengoperasikan sebanyak 20 kapal Rede. Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, kini PT PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta 1 kapal khusus ternak.