Uji Terbang Perdana, Wisata Paralayang Bukit Pasir Salawe Perlu Pengembangan

Uji terbang perdana wisata paralayang Bukit Pasir Salawe, Kabupaten Cirebon/RMOLJabar
Uji terbang perdana wisata paralayang Bukit Pasir Salawe, Kabupaten Cirebon/RMOLJabar

Wisata paralayang di kawasan Bukit Pasir Salawe, Desa Kertawangun, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon merupakan destinasi pariwisata rintisan. Sehingga, perlu dukungan dari berbagai pihak. 


Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Cirebon, Hartono, saat uji terbang perdana paralayang, Sabtu (21/11). 

Menurutnya, pariwisata paralayang harus dikoordinasikan dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Pusat, dan Provinsi. Sehingga, pariwisata paralayang tidak bisa hanya ditangani Pemerintah Desa Kertawangun maupun Kecamatan Sedong. 

“Alhamdulillah uji terbang perdana paralayang hari ini dapat disaksikan oleh berbagai pihak, ada perwakilan dari Troi Goundation, maupun Pemprov,“ ujarnya.

Hartono optimis, pada tahuan 2022 pariwisata paralayang di kawasan Bukit Pasir Salawe sudah bisa diakses sebagai destinasi wisata yang nyaman untuk masyarakat.

“Target tahun 2022 disini sudah bisa diakses sebagai pariwisata, karena perlu pembenahan pada landasan dan pembangunan infrastruktur jalan oleh Dinas PUPR pada tahun 2021," ujarnya.

Menurutnya, pariwisata olahraga paralayang harus dikordinasikan dengan berbagai pihak, mulai dari Pengurus Besar (PB) FASI Paralayang, pengurus PASIDA Lanud Sugiri Sukani. Untuk itu, ia menilai pariwisata paralayang tidak bisa hanya ditangani Pemerintah Desa Kertawangun maupun Kecamatan Sedong. 

“Alhamdulillah uji terbang perdana paralayang yang di lakukan Pak Pungky (atlet senior PB FASI) dan dukungan rekan official Pak Bembi dari (Troi Foundation) bisa berjalan lancar,“ katanya.

Selain itu, Hartono mengatakan uji terbang perdana ini dapat terselenggara atas dukungan Ketua Umum  FASIDA Lanud Sugiri Sukani, Danlanud Letkol Pnb Riky Helman serta Mayor Lek Dedi sebagai ketua harian yang mendampingi pelaksanaan uji terbang paralayang dapat berjalan sukses pada hari ini. 

"Sudah banyak dukungan dari PB FASI, FASIDA Lanud Sugiri Sukani dan Troi Foundation,“ tuturnya.

Hartono menjanjika pada tahun 2022 pariwisata paralayang di kawasan Bukit Pasir Salawe sudah bisa diakses sebagai destinasi wisata yang nyaman untuk masyarakat.

“Target tahun 2022 di sini sudah bisa diakses sebagai pariwisata, karena perlu pembenahan pada landasan dan pembangunan infrastruktur jalan oleh Dinas PUPR pada tahun 2021," ucapnya.

Ia pun mengingatkan agar ada MoU antara Pemerintah Desa Kertawangun dengan Pemkab Cirebon. Sebab dengan adanya aturan otonomi desa, nantinya Pemkab Cirebon memberikan bantuan anggaran pada Desa Kertawangun. 

“Kami harapkan Pemerintah Desa Kertawangun memberdayakan BUMDes nya, agar dalam pengelolaan pariwisata paralayang juga memberdayakan masyarakat,“ tuturnya.

Sementara itu, Kadisops Lanud Sukani, Mayor Lek Dedi yang mendampingi pelaksanaan uji terbang perdana paralayang menyebut, survei dinyatakan selesai dengan keputusan lokasi layak untuk diterbangi paralayang. Namun diperlukan perapihan sudut kemiringan dan perluasan tempat take off. 

“Selain diperlukan peralihan dan perluas landasan take off juga perlu alternatif emergency landing yang lebih terbuka dan lebih dekat," kata Dedi.