Usai Didemo Buruh, Plt Bupati Rekomendasikan Kenaikan UMK 5,51 Persen

Demo Buruh Di Kabupaten Bekasi/RMOLJabar
Demo Buruh Di Kabupaten Bekasi/RMOLJabar

Setelah ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tahun 2022, akhirnya Pemerintah Kabupaten Bekasi mengubah keputusan mereka tentang UMK 2022 yang sebelumnya tidak naik menjadi naik.


Berdasarkan surat Bupati Bekasi nomor 560/50/81/Disnaker tentang Usulan Rekomendasi Upah Minimum Kabupaten Bekasi tahun 2022. Plt Bupati Bekasi Akhmad Marjuki merekomendasikan UMK Kabupaten Bekasi tahun 2022 mendatang naik sebesar 5,51 persen sehingga menjadi Rp 5.055.874.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Suhup mengatakan keputusan itu masih bersifat rekomendasi yang disampaikan melalui Bupati Bekasi kepada Gubernur Jawa Barat. Nantinya yang memutuskan UMK 2022 yakni Gubernur Jawa Barat.

“Betul ada kenaikan sesuai dengan surat rekomendasi dari Bupati. Selanjutnya rekomendasi ini disampaikan ke gubernur sesuai kewenangannya,” kata dia, Kamis (25/11).

Dalam surat tersebut, tertuang bahwa usulan UMK 2022 ini merupakan tindak lanjut dari unsur Serikat Pekerja/Serikat Buruh Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi nomor 005/DP Kab.SP-SB/XI/2021 tanggal 24 November 2021 perihal usulan nilai UMK 2022.

Sehubungan dengan surat dari serikat tersebut, Bupati Bekasi mengusulkan besaran kenaikan UMK 2022 sebesar Rp 264.031 atau 5,51 persen. Sehingga dari UMK 2021 sebesar Rp 4.791.843 menjadi Rp 5.055.874 pada UMK 2022.

Namun demikian, tidak diketahui dasar dari kenaikan sebesar 5,51 persen. Soalnya, pada rapat yang digelar Senin (22/11) lalu, Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi memutuskan untuk tidak menaikan UMK 2022.

Terkait hal tersebut, Suhup enggan membicara lebih banyak. “Ya pokoknya sekarang mah semua keputusan sudah disampaikan ke provinsi semua,” kata dia.

Sementara pada pemberitaan sebelumnya Suhup mengatakan penetapan UMK 2022 ini mengacu pada UU 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan PP 36/2021 tentang Pengupahan.

"Berdasarkan formula yang tertuang dalam regulasi tersebut, batas atas UMK Kabupaten Bekasi itu hanya sebesar Rp 4.322.420 atau lebih murah dari upah tahun ini," kata dia, Selasa (23/11).

Alhasil, upah tahun depan masih menggunakan UMK 2021 atau tidak mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp 4.791.843.

“Jadi mengacu pada penghitungan PP 36/2021, batas atas UMK di Kabupaten Bekasi itu Rp 4,3 juta, sedangkan UMK kita saja saat ini tahun 2021 sudah Rp 4,7 juta. Sehingga untuk UMK 2022 masih menggunakan UMK 2021 atau tidak ada kenaikan alias 0 persen,” tandasnya.