UU Ciptaker Bagus, Cuman Terburu-Buru

Fadel Muhammad Al Haddar/RMOLJabar
Fadel Muhammad Al Haddar/RMOLJabar

Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker) kehadirannya dinilai menguntungkan untuk bangsa. Namun, perihal waktu pengesahan UU yang tebalnya 1.000 halaman lebih itu kurang tepat.


Begitu disampaikan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Fadel Muhammad Al Haddar, Selasa (13/10).

Menurut Fadel, pengesahan tersebut idealnya menunggu sebulan atau dua bulan serta dengan pengemasan yang rapi.

"Pengalaman saya sebagai Gubernur, kalau rakyat sedang tidak suka dan suasananya tidak terhadap pemerintah, apa saja yang kami bilang, apa saja yang kami buat akan ditolak," ungkap Fadel.

Ia menilai produk tersebut tidak buruk serta banyak manfaatnya, akan tetapi waktu pengesahan yang kurang tepat. Sehingga, menimbulkan kritik dari beberapa orang perguruan tinggi.

"Coba dipilih sepuluh perguruan tinggi untuk menyosialisasikan UU tersebut, baru disahkan di DPR," ujarnya.

Fadel mengungkapkan, MPR menghargai keputusan yang telah final, tapi tidak lupa untuk selalu mengingatkan untuk duduk kembali dan melihat pasal-pasal yang perlu diperbaiki. Pasalnya, dalam dua bulan tidak bisa mengharapkan investasi yang luar biasa.

"Menurut saya pada kuartal dua tahun depan baru membaik," tandasnya.