Virus Corona Serang 100 Tenaga Medis RS Swasta Dan Puskesmas Di Garut

Sejumlah wartawan di Garut yang bersitegang dengan pihak keamanan RS Swasta/Net
Sejumlah wartawan di Garut yang bersitegang dengan pihak keamanan RS Swasta/Net

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Garut merilis sebanyak 100 tenaga medis di wilayah setempat terpapar virus corona. Diketahui, 60 orang di antaranya berasal dari sebuah rumah sakit swasta di Kabupaten Garut.


Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat agar rumah sakit tersebut tidak beroperasi sementara waktu. Menurutnya, pemerintah serta pihak rumah sakit harus terbuka kepada masyarakat perihal penutupan oprasional sementara tersebut.

"Ini harus terbuka kami dan pihak rumah sakit swasta harus mensosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat tahu dan memahami," ujar Rudy Gunawan, Sabtu (21/11).

Ia menjelaskan, 100 orang tenaga medis yang terpapar virus corona bertugas di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit swasta. 

"Namun Puskesmas maupun rumah sakit itu bukan rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani pasien Covid-19," ungkapnya.

Sementara terkait ketegangan antara sejumlah wartawan dan pihak keamanan rumah sakit yang menolak sejumlah awak media melakukan peliputan pada Jumat (20/11) disayangkan Pemkab Garut.

Rudy menyatakan, rumah sakit harus terbuka sebagai antisipasi kewaspadaan masyarakat akan penyebaran virus corona. "Harusnya terbuka, gak usah dilarang-larang," tandasnya.