Wali Kota Bandung: Masjid Di Sebuah Kampus Harus Bisa Meredam Paham Radikal

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial/RMOLJabar
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial/RMOLJabar

Keberadaan masjid di sebuah kampus atau perguruan tinggi merupakan hal yang sangat penting. Pasalnya, masjid di kampus bisa menjadi penyeimbang antara ilmu pengetahuan dan keagamaan.


Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial usai meresmikan Masjid Ulul Ilmi di Kampus II Universitas Pasundan (Unpas), Jalan Tamansari, Bandung, Jumat (30/4).

"Masjid di kampus ini untuk penyeimbang antara kekuatan fikir dan dzikir, mudah-mudahan dengan adanya masjid di lingkungan kampus ini bisa tercipta hal itu," ujar Oded.

Menurutnya, masjid di linkungan kampus diisi individu-individu yang mengenyam pendidikan tinggi. Sehingga keberadaan masjid, termasuk mahasisnya harus mampu meredam paham radikalisme.

"Sangat-sangat penting (dalam menekan penyebaran paham radikalisme), masjid kampus, Islam bukan ajaran yang radikal," tegasnya. 

Di tempat sama, Rektor Unpas, Eddy Jusuf mengatakan pihaknya memiliki organisasi khusus dalam melakukan pembinaan terhadap masjid-masjid yang berada di lingkungan kampusnya.‎

"Kita masjid itu ada di lima kampus ya, dan pengurunya DKM itu di bawah wakil rektor satu," ujar Edi Yusuf.‎

"Kita juga ada lembaga pengembangan syariat islam (LPSI), dan tentu kita setiap saat melihat perkembangan tapi yang jelas ini adalah masjid untuk semua umat," imbuhnya.

Eddy menjamin program-program dari seluruh masjid akan terpantau dengan baik. Sehingga, masjid-masjid di lingkungan kampus tidak akan melakukan kegiatan menyimpang khususnya terakit paham radikalisme.‎

"Untuk menangkal penyebaran paham radikalisme itu kan kita ada pertemuan, DKM dengan pembina LPSI insya allah terpantau," tandasnya.‎