Warga Garut Cemas, Perantau Di Zona Merah Covid-19 Balik Kampung

Warga Kabupaten Garut saat ini tengah dicemaskan dengan banyaknya masyarakat dari Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Jawa Barat yang memilih pulang ke kampung halamannya.


Kecemasan dan kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, Jakarta dan sejumlah kota-kota besar di Jawa Barat ada yang ditetapkan sebagai zona merah virus corona baru (Covid-19).

Adanya kecemasan dan kekhawatiran terhadap perantau asal Garut yang kembali pulang ke kampungnya diungkapkan seorang warga Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Sigit Zulmunir (40). 

Menurutnya, kepulangan para perantau harus menjadi perhatian Pemkab Garut agar tidak menimbulkan hal yang tak diinginkan, terutama terjadinya penyebaran Covid-19.

"Saya mendapat informasi jika saat ini banyak warga Garut yang menjadi perantau di Jakarta dan kota besar di Jawa Barat, memilih untuk pulang kampung. Hal ini menyusul situasi yang kurang menguntungkan akibat maraknya penyebaran Covid-19 di daerah tempat mereka tinggal selama ini," kata Sigit, Sabtu (28/3).

Kendati demikian, Sigit menilai kepulangan para perantau ke Garut memang sangat wajar, apalagi di tempat perantauan pun mereka tak bisa hidup tenang akibat maraknya penyebaran Covid-19. 

Belum lagi dampak lain yang sekarang terjadi, di mana adanya pembatasan aktivitas dan tentunya sangat berdampak terhadap perekonomian mereka.

Akan tetapi, tutur Sigit, jika Pemkab Garut tak diantisipasi dengan baik, hal tersebut bisa berdampak buruk, salah satunya terjadinya penyebaran Covid-19. 

"Karena tak menutup kemungkinan, mereka yang pulang ke Garut membawa virus corona akibat adanya riwayat kontak dengan orang yang terpapar selain tentunya ada riwayat perjalanan dari daerah terpapar," tuturnya.

Dikatakan Sigit, Pemkab Garut harus berani memberlakukan peraturan yang ketat, di antaranya melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan para perantau dari Garut yang datang dari Jakarta dan kota-kota besar lainnya. 

"Hal ini semata-mata untuk mencegah terjadinya hal yang tak diharapkan, apalagi masyarakat Garut saat ini tengah dilanda kekhawatiran akibat terus bertambahnya jumlah PDP dan ODP," tandasnya.