Warga Garut Keluyuran Tanpa Masker Siap-Siap Didenda

Bagi masyarakat Garut yang tidak menggunakan masker siap-siap untuk kena razia oleh petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polisi di Kabupaten Garut.


Petugas gabungan ini menggelar razia masker setelah disahkannya Peraturan Bupati (Perbup) tentang protokol kesehatan.

Razia masker digelar di Bundaran Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul. Masih banyak masyarakat yang tak menggunakan masker saat berkendara, terutama pengendara roda dua.

Kasatpol PP Kabupaten Garut, Hendra S Gumilar, menyebut razia masker tersebut dilakukan sesuai Perbup Nomor 47 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan. Di tahap awal pemberlakuan Perbup, pihaknya mulai menerapkan sanksi.

"Untuk sekarang, kami baru berikan teguran lisan. Para pelanggar kami catat identitasnya," ucap Hendra, Senin (24/8).

Ada tiga kategori sanksi yang diberikan kepada para pelanggar yakni sanksi ringan, sedang, dan berat. Sanksi ringan berupa teguran lisan dan tertulis.

"Beberapa hari ke depan, kami akan melanjutkan ke sanksi tertulis jika orang tersebut kembali melanggar," kata Hendra.

Jika sudah tiga kali melakukan pelanggaran, maka orang tersebut akan dikenakan denda sebesar Rp 100.000. Hendra mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau ada tempat usaha yang melanggar, sanksi terberat yang diberikan itu bisa sampai pencabutan izin," tegasnya.

Sedangkan sanksi kategori sedang berupa penahanan kartu identitas, kerja sosial, hingga diumumkan ke publik melalui media atau papan pengumuman.

"Razia masker ini akan terus kami lakukan. Supaya masyarakat sadar untuk pakai masker," tuturnya.