Warga Ngeluh Sering Kebanjiran, Cabup Bandung Ini Respon Cepat Terjunkan Alat Berat

Dadang Supriatna/Ist
Dadang Supriatna/Ist

Keluhan warga Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, direspon cepat Calon Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Warga mengeluhkan wilayahnya kerap menjadi langganan banjir akibat sungai yang selalu meluap setiap kali turun hujan deras.


Respon yang dilakukan pria yang berpasangan dengan Sahrul Gunawan itu yakni dengan menormalisasi Sungai Cikeruh yang melintas di Kampung Bojong Pulus, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Satu unit alat berat, backhoe diterjunkan ke lokasi.

Berdasarkan penuturan, selama ini belum ada yang peduli atas keinginan warga agar Sungai Cikeruh dikeruk, termasuk dari pihak Pemkab Bandung dan pihak yang berwenang menangani sungai tersebut.

"Baru kali ini ada yang peduli atas nasib kami yang selalu jadi langganan banjir akibat luapan Sungai Cikeruh. Padahal kami mengajukan pengerukan kepada pihak berwenang itu sejak tahun 1984," kata Badai Sugita, tokoh pemuda di Desa Bojongloa, Kamis (22/10).

Jika Sungai Cikeruh sedang meluap, kata Badai, ketinggian banjir di permukiman warga bisa mencapai dua meter. Oleh karena itu pengerukan dilakukan sepanjang dua kilometer yang melintasi 17 RW di Desa Bojongloa Kecamatan Rancaekek.

"Tapi setelah dikeruk, alhamdulillah terbukti air sungai tidak naik ke permukiman warga, tidak banjir lagi. Padahal semalam hujan cukup deras. Biasanya hujan sedikit saja sudah banjir," ungkapnya.

Warga Bojongpulus merasa sangat berterima kasih atas kebaikan dari Cabup Bandung yang berpasangan dengan Sahrul Gunawan di Pilbup Bandung ini, yang sudah menurunkan alat berat untuk mengeruk Sungai Cikeruh. 

"Insya Allah, kami siap mem-Bedas-kan Desa Bojongloa di Pilbup Bandung, karena hanya Pak Dadang Supriatna yang peduli terhadap nasib kami sebagai langganan korban banjir," tandas Badai.

Cabup Bandung Dadang Supriatna menyatakan respon cepat yang dilakukannya atas aspirasi warga karena dirinya sangat berempati kepada warga yang menjadi langganan banjir.

"Saya sendiri korban banjir di lingkungan saya di Bojongsoang. Rumah saya selalu kebanjiran kalau Sungai Citarum meluap di musim hujan. Jadi, saya sendiri sangat berempati," kata DS, sapaan akrabnya.

DS menyebut pengerukan sudah berlangsung selama beberapa hari. Menurutnya, pada saat pertama kali meninjau kondisi sungai dan rumah warga di Kampung Bojongpulus, kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak rumah warga yang rusak akibat tergerus air Sungai Cikeruh yang meluap ke permukiman warga.

"Jadi, spontanitas saja saat warga meinginkan sungainya dikeruk, saya kerahkan alat berat untuk mengeruk sungainya. Mudah-mudahan pengerukan ini bisa mengurangi dampak banjir yang ditimbulkan akibat luapan Sungai Ciekeruh," ucap DS.