Warganya Ngeprank Anggota Dewan, Kades Minta Maaf

Asep Sumpena (kanan) bersama Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta, Said Ali Azmi/RMOLJabar
Asep Sumpena (kanan) bersama Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta, Said Ali Azmi/RMOLJabar

Kepala Desa Sukatani, Asep Sumpena menanggapi perihal dua warganya Ujang Endang (60) dan Agus (45) yang sebelumnya mendatangi kantor DPRD Purwakarta Komisi IV dan mengeluhkan tak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.


Asep Sumpena juga meminta maaf kepada Ketua Komisi IV, Said Ali Azmi atas kelancangan warganya yang mendatangi Komisi IV dan sempat meminta sejumlah uang kepada anggota dewan. Asep juga mengaku kedua warganya itu (Agus) sudahlah mendapatkan bansos hingga bahkan sempat dibuatkan rumah oleh pihak desa untuk Agus (45).

"Agus itu anaknya memang banyak, tapi saat kami ingin bantu menyekolahkannya dia enggak mau. Masalah bantuan, kami juga sudah berikan bantuan kepada Agus setiap bulan dan masuk dalam warga yang diprioritaskan. Tapi, memang akhir-akhir ini langsung kami berikan ke istrinya karena kalo diberikan ke dia bantuan itu kadang disalahgunakan," kata Asep di Gedung DPRD Purwakarta, Jumat (22/1).

Sementara itu, warga lainnya Ujang kata Asep, memang sudah biasa bersama Agus modus mencari uangnya dengan mendatangi pejabat dan mengeluhkan tak mendapatkan bantuan apapun.

"Modusnya sama selalu begitu. Saya saja (Kades) tertipu awal-awal dan ujung-ujungnya itu meminta uang. Lalu, pernah ke kecamatan dan sekarang ke DPRD Purwakarta," ujarnya.

Kades Sukatani itu juga menegaskan bantuan sosial terhadap warga terdampak Covid-19 semua sudah didistribusikan kepada warga. Dia menyabut sebenarnya di Sukatani hanya mendapat kuota 240 bantuan langsung tunai (BLT) tetapi dia mengatakan warga terdampak di sana ada sebanyak 2.400 orang.

"Ya akhirnya kami mencoba formula dengan keikhlasan-keikhlasan warga sehingga semua bisa rata mendapatkan bansos," kata Asep.