Waspadai Tanggul Kritis, BBWS Cimancis Siagakan Satu Unit Excavator

Peninggian tanggul menggunakan Excavator Berlengan Panjang (Long Arm Excavator)/RMOLJabar
Peninggian tanggul menggunakan Excavator Berlengan Panjang (Long Arm Excavator)/RMOLJabar

Tim SIGAB mengambil langkah cepat terkait tanggul kritis sepanjang 25 meter di Desa Bodas, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.


Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Ismail Widadi mengatakan, kritisnya tanggul di Saluran Induk Cipelang tersebut disebabkan limpasan debit saluran irigasi akibat hujan yang masih terjadi di musim kemarau 2021 yang mengalami kemunduran dibandingkan dengan rata-rata tahunannya atau biasa disebut musim kemarau yang lebih basah.

"Untuk menghindari dan mengantisipasi tanggul jebol pada tanggul kritis tersebut, kami mengerahkan 1 unit Excavator berlengan panjang atau long arm excavator untuk melakukan peninggian tanggul dengan kantung pasir diisi tanah yang ditimbun dengan tanah merah didatangkan sekaligus melakukan pengerukan saluran,” ungkapnya.

Sebelumnya, BBWS Cimanuk Cisanggarung memperbaiki Retaining Wall saluran air induk yang rusak di Sindupraja Desa Tersana, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu.

Menurut Ismail, pasangan batu pada linning saluran air sepanjang tiga meter rusak akibat tergerus oleh aliran air.

"Hari ini Tim SIGAB BBWS Cimanuk Cisanggarung langsung turun ke lokasi kejadian dengan mengerahkan 2 alat berat untuk mengeringkan titik jebolan dengan memasang jumbo bag,” katanya.

Ismail memperkirakan perbaikan dinding penahan tanah (retaining wall) dengan beton akan memakan waktu sampai 10 hari. Jika kerusakan pada saluran induk Sindupraja sudah diperbaikai maka lahan pertanian yang berada di delapan kecamatan bisa menerima pasokan air irigasi dari Bendung Rentang.

"Kami pastikan lahan pertanian di 8 Kecamatan yaitu Kedokanbunder, Karangampel. Juntiyuat, Jatibarang, Indramayu, Sliyeg, Balongan dan Kerangkeng tanaman padi di sawahnya tetap bisa mendapatkan pasokan air irigasi dari Bendung Rentang,” tutupnya.