Wisata Gunung Bromo Bakal Dibuka Bulan Agustus Mendatang, Tapi ...

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan membuka kembali destinasi wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, pada bulan Agustus mendatang.


Akan tetapi, TNBTS bakal membatasi jumlah pengunjung sampai 20 persen dari total kapasitas.

"Setelah dihitung itu kalau disepakati 20 persen ya hanya 739 orang. Semuanya full 100 persen booking online. Jumlah itu di luar pendakian ke Gunung Semeru. Pendakian belum kita bicarakan," kata Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie, Kamis (2/7).

Selanjutnya, kapasitas pengunjung akan ditambah bila pembukaan tahap pertama berlangsung baik. Yakni sekitar 40 persen sampai 50 persen dari total kapasitas.

"Tapi kalau begitu dibuka dan ada kejadian, dengan sangat terpaksa akan kita tutup. Kita ambil jalan tengah, 20 persen, 739 orang per hari. Biasanya, kalau hari biasa segitu, tapi weekend, bisa sampai 1.000 lebih," tegas John, dilansir dari Kantor Berita RMOLJatim.

John memprediksi, mayoritas wisatawan masih ragu berkunjung ke Gunung Bromo saat pandemi Covid-19. TNBTS pun tidak berencana membuka kawasan wisata pada akhir pekan.

"Mungkin senin atau selasa, setelah mendapatkan rekomendasi dari bupati," jelasnya.

Dia menekankan, para pengunjung dilarang naik ke tangga kawah Bromo. Karena sedang rusak berat. TNBTS juga bakal memberlakukan sistem seat kepada wisatawan. Contohnya seat Penanjakan. Dalam sehari, hanya sebanyak 167 dari 739 wisatawan yang bisa berkunjung ke Penanjakan.

"Seat dan tiketnya berbeda. Seat ke Penanjakan, itu 167 orang. Jadi kalau ada yang booking online ke Penanjakan, warna tiket berbeda. Kemudian Bukit Cinta, Bukit Kedalu, itu beda. Lautan Pasir dan Bukit Teletubies, itu sama tiket yang lama. Jadi siapa cepat yang booking, bisa dapat," bebernya.

Dia mengungkapkan, tanggal pembukaan wisata Gunung Bromo belum dipastikan karena menunggu rekomendasi dari empat pemerintah daerah. Antara lain, pemerintah daerah Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.

"Jadi kita sangat ekstra hati-hati betul. Teman-teman di lapangan sudah membuat protokol kesehatan, jaraknya 1,5 meter di sana. Tempat cuci tangan sabun, dan memakai masker. Nanti akan dibantu TNI Polri, untuk membantu dengan petugas Pemkab, dan kita sendiri," pungkasnya.