World Cancer Day, Ratusan Orang Turun Ke Jalan Bagikan Pesan Cinta

Setiap tanggal 4 Februari, masyarakat dunia, termasuk Kota Bandung memperingati "World Cancer Day". Mengusung tema 'Hidup Sehat dan Cegah Kanker', peringatan tersebut bertujuan mendorong masyarakat lebih memahami dan melakukan penditeksian dini penyakit kanker.


 

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bandung, Siti Muntamah menyampaikan, dalam Hari Kanker Sedunia, pihaknya melakukan aksi simpatik serta mengedukasi warga Kota Bandung agar lebih memahami kesehatan sebagai aset.

"Kami mengkampanyekan hidup sehat adalah kegiatan kita disetiap waktu, setiap tempat, setiap lini kehidupan," tuturnya di Taman Dago, Cikapayang, Kota Bandung, Selasa (04/02).

Menurutnya, YKI Cabang Kota Bandung turut berpartisipasi dan menjadi salah satu pihak yang memperingati hari kanker. Sebab, gerakan tersebut dianggap sesuai dengan visi misi Walikota Bandung, yakni Bandung yang unggul dan sehat.

"Mengingatkan semua bahwa Bandung yang unggul adalah bandung yang sehat. Bandung yang sehat artinya bagaimana mengimplementasikan hidup sehat, apalagi kita harus lebih peduli terhadap keluarga yang terkena kanker. Maka itu kita mengedukasi mengkampayekan mencegah kanker," jelasnya.

Gerakan "World Cancer Day" sendiri diperingati dengan 300 orang turun ke jalan, mulai dari Taman Dago menuju Dago, Cikapayang, Dago Bawah, dan Surapati. Aksi tersebut bertujuan mengkampanyekan berbagi pesan cinta untuk hidup lebih sehat, dengan membagikan bunga dan cendramata berupa kertas bertuliskan pesan cinta.

Umi menyebut, kanker adalah penyakit mematikan di Indonesia karena setiap orang memiliki kemungkinan tepapar. Selain itu, ada tiga faktor penyebab kanker atau 3P, yakni Pola Hidup, Pola Makan, dan Pola Pikir. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat bersemangat melakukan pola hidup sehat.

"Kita kampanyekan 3P, yakni pola makan sehat, artinya makanan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman) terbebas dari pengawet, perasa, dan pewarna. Kedua, Pola Pikir sehat, dan kita harus selalu positif thinking. Ketiga, Pola Hidup sehat, misalnya olahraga yang cukup," jelasnya.

Yang tidak kalah penting dalam kegiatan tersebut, kata dia, pihaknya juga menyosialisasikan kepada anak perempuan yang baru menstruasi atau haid. Setidaknya, anak perempuan harus sadar karena kematian akibat kanker payudara cukup tinggi.

"Maka, kita berikan pengertian dan edukasi agar lakukan penditeksian secara dini lewat salah satunya lewat pemeriksaan secara elektronik," tandasnya.