Yasonna: Jabar Jadi Provinsi Teladan Dalam Pengembangan Kekayaan Intelektual

Yasonna Laoly (berkacamata)/RMOLJabar
Yasonna Laoly (berkacamata)/RMOLJabar

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly memuji kontribusi Jawa Barat (Jabar) dalam hal perlindungan kekayaan intelektual komunal.


“Jabar menjadi provinsi teladan dalam mengembangkan peraturan daerah di bidang kekayaan intelektual, termasuk kekayaan intelektual komunal berupa tari-tarian, pakaian tradisional dan budaya lainnya,” katanya saat melakukan kunjungan kerja ke Ekowisata dan Budaya Berbasis Budaya Nusantara di Kabupaten Bandung Sabtu (17/10).

Ia optimis desa wisata Alam Santosa akan semakin meningkatkan kontribusi Jawa Barat dalam pelestarian dan perlindungan kekayaan intelektual komunal.

"Itu semua adalah warisan yang harus kita lestarikan karena kemajuan zaman tak perlu menggerus kearifan lokal," ujanya.

Yasonna menilai desa wisata Alam Santosa merupakan learning center berbasis budaya nusantara untuk mengembangkan wawasan kebijakan lokal sebagai kontribusi pembangunan nilai budaya nasional.

Pada acara tersebut ada petunjukan budaya Sunda, seperti upacara adat Sunda dan Rampak Kendang, serta Tari Ya'ahouwu dan Tari Baluse dari Nias. Pasalnya, desa wisata Alam Santosa didirikan sebagai peringatan persahabatan kedua kebudayaan tersebut.

"Hari ini kita merayakan persahabatan Sunda dan Nias, dua budaya yang secara jarak terpisah ribuan kilometer," tuturnya.

Ia juga mengapresiasi inisiatif , Eka Santosa, pendiri desa wisata Alam Santosa, yang menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mewujudkan wilayah bersih narkoba di Desa Cikadut. Program tersebut akan semakin mempersempit ruang gerak peredaran narkoba dan semangat untuk membangun desa bersih narkoba akan menular ke desa-desa lain

"Salah satu permasalahan bangsa saat ini adalah maraknya peredaran narkoba yang sebagian besar menyasar generasi muda," tuturnya.

Sementara itu, Eka Santosa menambahkan, desa wisata yang didirikan merupakan wujud dari hubungan baik masyarakat Jawa Barat dengan warga Nias di provinsi tersebut. Ia menyebut masyarakat Nias yang tinggal di Jabar jumlahnya tak kurang dari 45 ribu jiwa.

"Dulu saya secara resmi diberikan gelar adat oleh pemerintah dan masyarakat Nias sebagai Balugu," pungkasnya.